KPN Ungkap Alasan Elektabilitas Puan Moncer di Jatim

AED.OR.ID – Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengomentari hasil survei yang dilakukan pada periode 4-11 Oktober 2022 di 38 kabupaten/kota di Jatim, di mana popularitas Puan Maharani mencapai 75,6 persen. Sementara Ganjar Pranowo 75,0 persen.

Menurut Adib, populernya Puan di Jatim tidak terlepas karena putri Megawati tersebut sebagai pewaris trah Soekarno. Sehingga dia menjadi sosok yang sangat dikenal dan disukai oleh warga di Jatim.

Read More

“Hasil survei tersebut tidak terlalu mengejutkan, karena Jatim adalah basis massa dan kader PDIP, sehingga wajar jika sosok Puan Maharani sangat familiar bagi warga,” ujar Adib kepada wartawan, Kamis, (20/10).

Pernyataan Adib senada dengan hasil Lemba survei Terukur tersebut. Di mana saat responden disodorkan pertanyaan partai politik apa yang akan dipilih seandainya pemilu diselenggarakan hari ini. PDIP menduduki posisi teratas dengan mendapatkan 21,6 persen, disusul PKB 10,2 persen, dan Gerindra 6,6 persen. Diketahui, margin of erorr survei tersebut sebesar ±2,9 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurut Adib, ada faktor lain yang mendongkrak tingkat popularitas Puan Maharani di Jatim tersebut, yakni semakin terkomunikasinya kinerja Ketua DPR RI perempuan pertama itu.

“Terlebih belakangan kinerja Puan Maharani semakin mendapatkan pengakuan dari publik, serta pokok-pokok pikiran politik kebangsaannya sebagaimana yang pernah disampaikan pada saat pidato tanggal 16 Agustus 2022 lalu,” imbuhnya.

Meski demikian, Puan masih harus bekerja keras untuk mendapatkan dukungan, karena dari sisi elektabilitas, Puan masih jauh tertinggal dari Ganjar, yaitu hanya meraih 8,2 persen, sementara Ganjar 23,4 persen. Demikian pun, meski masuk 3 besar Capres top of mind dalam survei itu, Ganjar masih diperingkat atas dari jawaban yang disebutkan responden saat ditanya siapa calon presiden yang akan dipilih untuk menggantikan Joko Widodo. Posisi kedua, warga menyebut nama Prabowo Subianto.

“Namun meski elektabilitas jauh di bawah Ganjar, peluang atau tiket Puan Maharani masih tetap terbuka lebar jika PDIP memutuskan mengusung dirinya sebagai Capres,” pungkasnya.



Sumber: www.jawapos.com

Related posts