Terima Penghargaan, Khofifah Ingin Ekspor Jatim Terus Meningkat

AED.OR.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Primaniyarta, kategori Kepala Daerah pendukung ekspor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam acara Trade Expo Indonesia ke-37.

Khofifah menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut. Menurutnya, produk-produk yang sudah dihasilkan dan dipasarkan ke luar negeri, turut berkontribusi menggerakkan sekaligus menumbuhkan perekonomian di Jawa Timur.

“Terima kasih seluruh eksportir Jawa Timur yang terus bergerak. Kami dari Pemprov Jawa Timur terus mendorong dan memfasilitasi agar ekspor dari Jatim terus bergeliat. Semoga mempercepat kebangkitan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Khofifah dalam keterangannya, Jumat (21/10).

Khofifah mengungkapkan, penghargaan tersebut akan mampu menjadi lokomotif pendorong dan motivator bagi para eksportir Indonesia, serta pelaku usaha lainnya untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas produk ekspornya.

“Tentu dengan penghargaan ini, akan semakin melecut semangat eksportir Indonesia khususnya di Jawa Timur untuk ikut membangun perekonomian bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan dalam upayanya mendorong kualitas dan kuantitas ekspor Jatim, ada sejumlah langkah yang telah dilakukan. Salah satunya melalui pendirian Rumah Kurasi yang dilakukan bersama dengan Bank Indonesia. Dia menjelaskan, Rumah Kurasi tersebut banyak dilakukan upaya dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas ekspor.

“Dari segi kuantitas produk ekspor kita dorong dengan membantu produk UMKM juga bisa melakukan ekspor. Namun kualitasnya juga kita standarisasi dengan sistem kurasi agar berdaya saing dan sesuai dengan pasar negara tujuan,” tegasnya.

Menurutnya, perdagangan ekspor ke luar negeri akan terus didorong dari berbagai sektor dan komoditas. Menurutnya, tidak hanya sektor perikanan, pertanian dan pengolahan, tetapi sektor UMKM juga harus didorong lebih maju dari kualitas produknya.

“Ekspor akan terus kita dorong. Untuk itu penguatan daya saing dan suplai terus dikuatkan. Termasuk sektor UMKM juga kita melalui banyak hal, salah satunya melalui rumah kurasi,” papar Khofifah.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur bahwa di tengah krisis global dan resesi, ekonomi negara Indonesia di kuartal kedua masih tumbuh 5,44 persen. Menurutnya, Indonesia termasuk negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi paling tinggi di antara negara-negara G20 maupun negara-negara lainnya.

“Termasuk inflasi pada bulan Agustus masih bisa dikendalikan di angka 4,6, serta kuartal II di angka 4,9 persen. Tapi karena kenaikan BBM kemarin inflasi naik sedikit di angka 5,9 persen masih bisa kita kendalikan. Tolong nanti dibandingkan inflasi kita dengan negara lain, serta pertumbuhan ekonomi kita dibandingkan dengan negara lain,” urainya.

Jokowi mengajak seluruh kepala daerah dan semuanya tetap optimis meskipun lembaga-lembaga internasional menyampaikan bahwa tahun ini sulit, tahun depan akan gelap.

“Silakan negara-negara lain, tetapi negara kita harus tetap optimis namun juga tetap waspada dan hati-hati karena badainya itu sulit dihitung, sulit diprediksi, sulit dikalkulasi akan menyebar sampai ke mana imbasnya ke kita seperti apa,” demikian Jokowi menandaskan.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Sumber: www.jawapos.com

Related posts